Petugas kesehatan Guatemala bersiap mewawancarai penumpang yang baru datang dari Meksiko di bandara internasional Aurora Guatemala City, Minggu (27/4). Ini merupakan langkah antisipasif Guatemala untuk menangkal masuknya virus flu babi/Ist
MEXICO CITY – Seluruh penumpang pesawat dari Amerika Serikat dan Meksiko harus menjalani pemeriksaan kesehatan di bandara. Itu prosedur yang dilakukan di bandara Rusia dan Korea Selatan.
Selain itu Rusia juga menghentikan impor daging dari Meksiko dan selatan Amerika Serikat, menyusul merebaknya wabah yang sudah menewaskan 86 orang itu.
Otoritas kesehatan menempatkan alat di bandara untuk mengetahui apakan ada penumpang yang menderita flu. Jika terdeteksi, dilakukan penanganan medis.
Sementara itu seperti dilaporkan CNN, Senin (27/4/2009), kabinet Jepang akan melakukan pertemuan Senin ini untuk membahas upaya pencegahan agar flu babi tidak sampai ke negara itu.
Selain ribuan warga yang sudah terjangkit virus H1N1 di Meksiko di mana 86 di antaranya tewas, kasus flu babi juga ditemukan di Amerika Serikat dan Kanada. Di AS sudah dilaporkan 20 kasus, sementara di Kanada enam kasus.
Spanyol dan Israel mengonfirmasikan masih melakukan penyelidikan namun belum ada laporan resmi ada warga yang terjangkit flu babi.
Pusat Pengendalian Wabah Penyakit Menular (CDC) AS menyebutkan, dari 20 kasus di AS, kebanyakan penderita di merupakan warga New York. Sebanyak delapan di antaranya merupakan siswa sekolah. Tujuh kasus juga ditemukan di Kalifornia, dua di Kansas, Texas, dan satu di Ohio.
Pemimpin sementara CDC, Richard Besser menyatakan, hanya satu yang menjalani perawatan serius di rumah sakit. Namun dia memperingatkan, wabah ini akan terus menyebar dalam waktu ke depan.
“Berdasarkan laporan dari Meksiko, saya memprediksikan ke depan kita akan melihat wabah ini menjangkiti seluruh negeri,” katanya.
MEXICO CITY – Seluruh penumpang pesawat dari Amerika Serikat dan Meksiko harus menjalani pemeriksaan kesehatan di bandara. Itu prosedur yang dilakukan di bandara Rusia dan Korea Selatan.
Selain itu Rusia juga menghentikan impor daging dari Meksiko dan selatan Amerika Serikat, menyusul merebaknya wabah yang sudah menewaskan 86 orang itu.
Otoritas kesehatan menempatkan alat di bandara untuk mengetahui apakan ada penumpang yang menderita flu. Jika terdeteksi, dilakukan penanganan medis.
Sementara itu seperti dilaporkan CNN, Senin (27/4/2009), kabinet Jepang akan melakukan pertemuan Senin ini untuk membahas upaya pencegahan agar flu babi tidak sampai ke negara itu.
Selain ribuan warga yang sudah terjangkit virus H1N1 di Meksiko di mana 86 di antaranya tewas, kasus flu babi juga ditemukan di Amerika Serikat dan Kanada. Di AS sudah dilaporkan 20 kasus, sementara di Kanada enam kasus.
Spanyol dan Israel mengonfirmasikan masih melakukan penyelidikan namun belum ada laporan resmi ada warga yang terjangkit flu babi.
Pusat Pengendalian Wabah Penyakit Menular (CDC) AS menyebutkan, dari 20 kasus di AS, kebanyakan penderita di merupakan warga New York. Sebanyak delapan di antaranya merupakan siswa sekolah. Tujuh kasus juga ditemukan di Kalifornia, dua di Kansas, Texas, dan satu di Ohio.
Pemimpin sementara CDC, Richard Besser menyatakan, hanya satu yang menjalani perawatan serius di rumah sakit. Namun dia memperingatkan, wabah ini akan terus menyebar dalam waktu ke depan.
“Berdasarkan laporan dari Meksiko, saya memprediksikan ke depan kita akan melihat wabah ini menjangkiti seluruh negeri,” katanya.

Waspada Flu Babi.





