Arsip untuk April 27, 2009

Menangkan Persaingan dengan Memenangkan Hati Pelanggan

Sebagai pemasar profesional, pemilik merek atau profesional dalam bidang advertising, kita semua pasti sadar sepenuhnya bahwa kita berkompetisi untuk memperebutkan pilihan pelanggan. Memperebutkan pelanggan dengan cara yang elegan lebih seperti memperebutkan ?hati mereka’ dan bukan hanya memperebutkan ?billing mereka’.

Jadi, sebenarnya saat kita bersaing untuk memperebutkan hati pelanggan, hal ini dapat dianalogikan seperti saat kita berupaya untuk memenangkan hati pasangan hidup kita. Uniknya lagi, proses memilih dan memilah calon pasangan hidup juga perlu dilakukan dalam melaksanakan kegiatan marketing, dalam hal ini adalah memilih dan memilah calon pelanggan.

Bila dalam memilih calon pasangan hidup tools-nya adalah “bibit, bebet, dan bobot”, maka dalam memilih dan memilah pelanggan modalnya adalah segmenting, targeting & positioning (STP). Cara kerja metode STP sederhana saja. Ide dasar dari melakukan segmentasi adalah kita melakukan review , atau memilah karakteristik pasar di mana kita akan masuk. Karakteristik itu biasanya tersegmentasi dalam beberapa kategori, yaitu kategori demografis, geografis dan psikografis. Hal yang sama pasti kita lakukan saat memilih pasangan hidup, yaitu memilah-milah kategori ‘area perburuan’ yang akan kita masuki. Apakah di area pekerjaan/ kampus, apakah area tempat tinggal (= tetangga sendiri), apakah area tempat hang-out, dan lain sebagainya.

Setelah kita memahami peta segmentasi pelanggan, maka tahap berikutnya adalah melakukan targetting atau memilih. Berapa tingkat usia pelanggan yang kita targetkan, kepada status gender mana, di mana area produk kita akan di pasarkan, dan kepada orang-orang dengan kebiasaan seperti apa. Sampai di sini makin mirip dengan proses memilih pasangan hidup kita bukan? setelah mengetahui ‘peta area perburuan’, maka kita akan menakar target kita. Masalahnya hanya apakah dalam mentarget ini kita objektif, dalam artian disesuaikan oleh kemampuan/hal yang kita bisa tawarkan, atau cenderung subjektif, karena lebih didasarkan pada ego kita.

Proses selanjutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan positioning. Melakukan positioning berarti menempatkan citra ciri atau merek kita dalam peta benak pelanggan. Kata kuncinya adalah: seperti apa kita ingin dikenali? Apakah sebagai pribadi kita ingin dikenal sebagai anak baik-baik, anak gaul, sebagai pengusaha atau ahli di bidang tertentu, atau bila produk, apakah produk kita ingin dikenal sebagai produk premium, produk berkualitas atau produk murah meriah? tentunya positioning ini harus disesuaikan dengan target market kita. Jangan sampai kita mentargetkan pasangan hidup yang shaleh dan shaleha, berjilbab, dan taat, tetapi positioning kita adalah anak dugem!

Setelah seluruh tahap tersebut dilewati, berarti saatnya melakukan action. Tetapi action yang sembrono biasanya hanya berarti satu: kegagalan. Untuk meminimalisir gagalnya kita memenangkan hati mereka, kita perlu merancang langkah-langkah action yang sistematis, rapi dan strategis. Secara sederhana, sistematika dari action yang akan kita lakukan harus mencapai urut-urutan objektif berikut:

1. Awareness.
Tak kenal maka tak sayang, awareness atau pengenalan adalah kunci pertama memenangkan persaingan. Tidak soal apakah kita atau merek kita dikenal secara luas, atau hanya dikenal di lingkungan kita, selama kondisi tersebut sesuai dengan segmentasi dan target yang telah kita tentukan berupayalah sebaik-baiknya untuk meningkatkan pengenalan terhadap kita atau produk kita. Tingkat awareness menentukan sejauh mana pasar mengenal produk kita dan menjadikannya referensi.

2. Knowledge/Comprehend. Diterjemahkan sebagai pemahaman. Setelah kenal berikutnya kita harus mengupayakan agar target kita mengetahui siapa kita dan seperti apa produk kita. Pemahaman atau knowledge ini seringkali terabaikan karena biasanya kita lebih fokus terhadap awareness, alih-alih menjadikan produk kita terkenal. Situasinya dapat dibayangkan seperti cuplikan ini: “Sophia Latcuba? iya saya pernah denger namanya. Dia itu peragawati kan?”

Pemahaman menjadi penting agar target bisa membedakan antara siapa kita dengan siapa competitor kita DENGAN TEPAT. Dengan kata lain, pemahaman yang baik dari target harus didasarkan atas positioning yang kita miliki. Selain itu, hal yang paling buruk dengan tidak adanya pemahaman dari target terhadap identitas yang kita miliki adalah mereka tidak akan mengetahui manfaat atau value yang akan kita berikan untuk mereka.

3. Attractiveness.
Pada tahap ini semua menjadi semakin menarik, setelah kenal dan tahu, selanjutnya kita harus berjuang agar target tertarik kepada kita. Minimal tertarik kepada hal-hal yang kita tawarkan. Dalam aktivitas marketing, di sinilah peran advertising yang paling penting, dengan berbagai macam tools dan pendekatan yang dimiliki. Seluruh daya upaya yang dikerahkan oleh advertising pada akhirnya adalah menciptakan ketertarikan yang kuat sebagai pull factor. Istilahnya, advertising agency adalah makcomblang yang menuntun target untuk dipertemukan dengan kita, dan mereka juga habis-habisan mendekati kita supaya tampak menarik.

4. Preferensi. Setelah tertarik? inilah tahap yang menentukan. Mungkin saja target mulai tertarik dan mengarahkan hatinya pada kita. Tetapi jangan lupa, dihatinya juga sudah ada ketertarikan terhadap kompetitor-kompetitor kita. Oleh sebab itu, upaya selanjutnya adalah melakukan, paling tidak kita masuk ke dalam short list dari target, atau menjadi preferensi/ pilihan bagi mereka.

5. Action. Nah, setelah masuk shortlist tinggal harap-harap cemas dan banyak berdoa agar kita bisa memenangkan persaingan, sehingga action dari target adalah menggunakan/ membeli apa yang kita tawarkan. Namun tidak sepenuhnya seperti itu. Ada lagi strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan action, yaitu dengan melakukan push factor atau mendorong agar penawaran kita selalu hadir dan mengiming-imingi target di lingkungan sekitar mereka.

Untuk produk, tools yang dapat kita mainkan adalah distribusi, yaitu kita harus hadir pada setiap outlet yang kerap dikunjungi target. Harapannya, lama kelamaan mereka akan luluh, tergoda dan akhirnya selalu membeli produk. Untuk masalah hati, ya pastinya “you must always be there for him/her”. Minimal lewat Yahoo Messenger atau Facebook lah.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan setelah kita berhasil mendapatkan action dari target adalah untuk selalu menjaga tingkat kepuasan pelanggan sehingga kita tetap memiliki tingkat retain (pembelian kembali) yang baik. Prinsipnya, setelah kita mendapatkan target kita, jagalah mereka, rawat dan setialah pada mereka, sehingga mereka juga dengan senang hati selalu memberikan apa yang kita inginkan dari mereka.

Tinggalkan sebuah Komentar

Marketing in Crisis

BANYAK berita dan kejadian ekonomi yang membuat kita harus waspada. Di satu pihak nasihatnasihat perekonomian itu datang dari para pakar ekonomi makro dan analis-analis keuangan,di lain pihak dunia usaha berjalan pada mata rantai bisnis (ekonomi mikromanajemen).

Keduanya memiliki unit analisis, cara bekerja, dan persoalan yang berbeda. Karena itu, ada halhal yang dirasakan sama, namun dalam banyak hal keduanya menafsirkan masa depan dengan kacamata berbeda. Demikian juga dalam mengambil hikmah dari krisis keuangan global yang menghantui kita. Makro untuk Negara Perekonomian makro pada dasarnya adalah perekonomian negara.

Para pakar ekonomi berupaya keras menghitung dan menyajikan data tentang perekonomian agar pemerintah waspada terhadap krisis. Sebab,kalau uang dan kebijakan negara salah urus efeknya bisa merembet ke dunia usaha dalam bentuk penutupan perusahaan, pengangguran, penurunan daya beli, dan hilangnya gairah investasi, atau malah pelarian modal dan tenaga ahli ke luar negeri. Meski analisis itu dapat berakibat pada perusahaan-perusahaan, namun nasihat mereka pertama- pertama ditujukan kepada pemerintah.

Analisis dan modelmodel ekonomi makro dan keuangan menggunakan landasan berpikir neoklasikal yang didasari asumsi-asumsi tertentu, simplifikasi, agregasi, dan tentu saja berbasiskan angka.Teori ekonomi sebenarnya sangat erat dengan matematika, sehingga tak mengherankan kalau ilmu ini sering disebut sebagai ratunya ilmu-ilmu sosial (the queen of social science). Supaya model-modelnya dapat dibangun, diasumsikan manusia mampu bertindak rasional. Dengan keahlian itu,seseorang penyandang gelar sarjana ekonomi dalam bidang makro mampu meneropong perekonomian bangsanya dan memberi saran-saran koreksi.

Apalagi menyangkut soal anggaran, kebijakan moneter dan fiskal, jelas diperlukan disiplin dari penyelenggaraan negara. Tanpa kehadiran ekonom, negara bisa bergerak tanpa arah,tidak ada disiplin, dan perekonomiannya kacau-balau. Demikian pulalah dalam menghadapi krisis perekonomian atau keuangan global.Selalu ada impact antara kebijakan yang diambil negara terhadap nilai mata uang, kenaikan harga-harga, serta pengangguran. Kendati demikian, fokus analisis dan nasihat-nasihatnya terutamadiarahkanke pemerintah.

Perilaku Pasar dan Perusahaan Pasar dan perusahaan lain lagi perilakunya. Kadang mereka berpikir dan bertindak rasional, kadang kurang rasional, bahkan mengikuti emosi dan intuisi mereka. Dalam banyak hal,perusahaan harus memahami kondisi perekonomian makro negaranya.Namun dalam hal lain mereka harus menguasai juga perilaku-perilaku nonrasional konsumen dan eksekutif-eksekutifnya.

Meski kurang enak disebut irrational, demikianlah para rationalist atau kaum penganut formal logic menyebutnya. Hanya sekali saja seorang ilmuwan, yaitu Herbert Srinon, yang membela mereka, yaitu ?bukan tidak rasional?, melainkan Bounded rationality, yaitu adanya tekanan-tekanan waktu dan kurangnya informasi yang dihadapi para eksekutif dalam mengambil keputusan, sehingga seakan-akan tidak rasional (kalau diukur oleh mereka yang tidak punya keterbatasan-keterbatasan itu).

Demikian pula unit yang ditangani perusahaan, bukanlah negara, bukan uang milik banyak orang, melainkan uang segelintir orang yang tidak diawasi parlemen dan politik. Mereka adalah pengambil risiko (bukan birokrat),yang bergerak responsif, lebih bebas, dan mandiri. Selain itu kalau orang-orang makro membaca data agregatif (total, menyeluruh), maka dunia usaha melihat dalam kacamata yang lebih terbatas. Yaitu pada kacamata segmen pasar yang dikuasainya, dalam jangkauan geografis tertentu.

Dengan demikian, dari kacamata makro tidak pernah tersentuh perbincangan segmentasi atau merek,cukup sampai kategori saja. Misalnya pada 2009 diramalkan pasar penjualan automotif akan jatuh dari 600.000 unit menjadi 400.000 unit. Itulah proyeksi makro. Bagaimana mikronya? Beberapa merek mobil tertentu, seperti mobil-mobil mewah (Mercedes, Volvo, BMW, Audi) mungkin akan langsung drop.

Namun mungkin tidak bagi Toyota,Daihatsu,atau merek-merek menengah lainnya. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena produk-produk itu diperdagangkan oleh para profesional dan entrepreneur yang belum tentu rela membiarkan penjualannya turun. Mereka bisa dengan cepat bermanuver, mengubah struktur biaya (down costing), menciptakan merek-merek dan varianvarian baru yang lebih murah, menyajikan cara pembayaran insentif pada tenaga penjual dan seterusnya, menyajikan cara pembayaran baru, menggerakkan stimulus- stimulus tertentu, mencari pasar-pasar baru, memberi insentif pada tenaga penjual dan seterusnya.

Sementara itu, merek-merek kelas atas sangat sulit bermanuver karena terikat dengan ketentuan prinsipalnya di luar negeri. Kenyataan inilah yang membuat pusing para ekonom, mengapa mikroekonomi mulai kurang sejalan dengan kondisi makroekonomi yang dibaca dengan penuh kehati-hatian?

Benarkah manusia Indonesia mulai kehilangan daya nalarnya, menjadi tidak rasional dalam berbelanja? Bahkan banyak sekali pertanyaan seperti berikut ini: Mau diapakan juga, kalau daya beli tidak ada, tetap saja tidak ada yang membeli.

Untungnya orang-orang bisnis yang optimistis tetap saja bisa menguras kocek cadangan konsumennya. Seakan-akan mereka mau bilang, “Ini lho, yang penting itu keinginan mereka (untuk membeli), bukan daya belinya.” Menggairahkan Keinginan Berbelanja Kepusingan membawa ketidakselarasan ekonomi makromikro di sini tentu memerlukan studi lebih mendalam untuk mengetahuinya lebih jauh.

Sebuah tulisan yang diturunkan Direktur The Nielsen Indonesia Yongky Susilo di harian ini (30/3) menunjukkan gejala itu. Bagaimana mungkin, studi pada 2008, saat harga energi dan bahan makanan melambung naik, menunjukkan hanya 13% konsumen yang percaya bahwa perekonomian Indonesia akan membaik, namun seluruh penjualan ritel Indonesia sepanjang 2008 melonjak fantastis.Yongky mencatat, kendati trip belanja menurun, hasil penjualan ritel naik 21%, sehingga Indonesia menempati peringkat ke-2 di Asia-Fasifik.

Semua produk, dari kopi, minuman kesehatan, busana, sampai mobil dan motor,naik signifikan. Ketika para ekonom makro menyajikan data-data yang menakutkan, konsumen kita justru berbelanja lebih banyak.Berbekal kenyataan di tahun 2008, sejumlah riset pun menyajikan fakta baru: Tahun ini indeks keyakinan konsumen masih naik terus. Artinya, konsumen masih melakukan spending. Tetapi menarik juga disimak perbincangan di kalangan produsen-produsen tertentu.Ada tendensi sejumlah produsen mulai kecut.

Kekecutan mereka juga dapat dilihat dari indeks tren bisnis yang bulan Februari lalu dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).Di situ disebutkan, kendati indeks keyakinan konsumen merangkak naik, indeks tren bisnis atau semacam indeks keyakinan produsen, malah menunjukkan penurunan. Pikiran-pikiran mereka sebenarnya sama dengan pikiran sejumlah eksekutif yang terlihat loyo beberapa bulan ini. Mereka selalu mengatakan “suasana sangat sulit karena sedang terjadi krisis.”

Mereka inilah yang mulai mengurangi stok barang, menunda pembayaran dan mengurangi kiriman barang ke jaringan distribusi.Penjualan produk mereka benar-benar drop. Di lain pihak, pada kategori produk yang sama, belakangan ini juga sering bertemu dengan orangorang yang bersahabat dengan krisis. Mereka berulang kali mengatakan pada saya, ?Crisis is a friend of mine.”

Maka, kendati pasar itu benar-benar sulit, mereka terlihat tetap bersemangat, mencari cara-cara baru dalam pemasaran dan dan produksi,serta kreatif menembus kesulitan. Ada semacam “self therapy” yang melekat pada orang-orang yang kedua tadi.

Itulah sebabnya dibutuhkan sales therapy, bahkan marketing therapy untuk memperbaiki dan membangun kembali pasukan pemasaran dan para eksekutif barang-barang konsumsi Indonesia yang mulai loyo mendengar kata krisis yang berulangulang disampaikan para pemimpin yang meng-hipnosemereka.

Tinggalkan sebuah Komentar

Gaya Hidup Sehat dengan Jamu

WARISAN resep tradisional jamu dari nenek moyang kita diangkat dalam sebuah buku cantik bertajuk Healthy Lifestyle with Jamu oleh Dr Martha Tilaar.

”Buku ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian rakyat Indonesia akan kekayaan yang kita miliki dan membukakan cara yang dapat digunakan untuk memanfaatkan 3.000 spesies tanaman, suatu sumber alam tanaman yang sangat kaya sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat,” tutur Dr Martha Tilaar pada peluncuran buku Healthy Lifestyle With Jamu di Griya Cipta Wanita, Jakarta.

Sejak zaman dahulu kala, pengobatan tradisional dikenal luas. “Fitoterapi atau terapi menggunakan tumbuhan telah dikenal masyarakat pada zaman sebelum masehi. Pengobatan tradisional seperti ini memiliki keunggulan dari obat biasa karena memiliki kemampuan memperbaiki aktivitas biomolekuler tubuh,” kata Prof Tien Muchtadi.

Ditambahkan dia, obat-obatan tradisional dapat melakukan biosintesis kombinasi dari senyawa metabolit sekunder. Dalam acara peluncuran buku tersebut, hadir Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman PhD. Dia menganggap peluncuran buku tersebut memiliki pengaruh positif bagi perkembangan industri jamu di Indonesia.

“Buku ini berkaitan erat dengan pemanfaatan dan pendayagunaan kekayaan alam Indonesia serta pelestarian budaya nasional berupa resep-resep warisan leluhur,” ujar dia. Pada buku ini juga menjelaskan mengenai tanaman inti dengan konsep TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dan diberikan pula resep serta kegunaan tanaman-tanaman tersebut.

Konsepnya pun unik, jamu dapat “mengawal” keluarga dalam siklus kehidupan, mulai bayi hingga manula. Memang tidak salah jika jamu benar-benar alami untuk menjaga kesehatan. “Life cycle, mulai baby hingga orangtua memang dibutuhkan perawatan sesuai usia yang sifatnya sebagai prevention,” tutur Wong Lip Wih PhD dari Martha Tilaar Inovation Center.

Selanjutnya, dalam buku ini juga dijelaskan pola hidup sehat yang memperhatikan kesehatan dan kecantikan alami. Dimulai sejak dini, yakni sejak dalam kandungan, masa bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, kehamilan, setelah melahirkan, dan usia senja. Dalam masa kehidupan tersebut, untuk mencegah penyakit bisa dilakukan dengan gaya hidup sehat.

Di buku ini pula dicantumkan beberapa resep yang dilakukan tim riset Martha Tilaar Inovation Centre (MTIC) dan resep dari masyarakat. “Kami berpikir bahwa resep tersebut sangat istimewa. Kami berpikir untuk mengumpulkannya dalam sebuah buku yang dapat menginspirasi masyarakat,” tandas dia.

Misalnya, mulai resep aneka minuman segar untuk kesehatan, ramuan obat jerawat dan param. Ditambahkan pula, Martha Tilaar sudah merasakan sendiri khasiat jamu. Misalnya, dengan mengonsumsi param dari paket jamu habis bersalin, sakit pegal linu bisa teratasi. Bahkan, Martha Tilaar pun berbagi resep kesuburan bagi wanita dengan meluncurkan jamu Wulandari. Resep tradisional terbukti menjadi berkat bagi Martha dan Alex Tilaar.

Setelah belasan tahun menunggu buah hati, akhirnya Martha Tilaar dikaruniai kehamilan putri pertama, yakni Wulan Tilaar. Selanjutnya, buku Healthy Life with Jamu ini juga memandu masyarakat untuk kembali memberdayakan kekayaan hayati untuk kesehatan. Hal itu juga dilakukan MTIC yang melakukan riset dan pengembangan produk yang berguna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Hasilnya, lahirnya produk-produk berkualitas yang bersumber dari kekayaan alam Indonesia. Di antaranya bahkan menerima awards Anugerah Produk Asli Indonesia, yaitu produk Biokos, Sariayu seri putih langsat, dan produk Sariayu seri jamu. “Terakhir kami menerima Asean Business Awards untuk kategori Innovation,” tandas Wong Lip.

Tinggalkan sebuah Komentar

Gedung Putih Salah Langkah?

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama telah memperjelas bahwa dia berniat “menyelidiki” bukan menghukum pejabat era George W Bush yang menyetujui praktik interogasi kejam.

Namun, serangkaian langkah Gedung Putih justru mengancam menyulut prahara politik yang sebenarnya ingin dihindari Obama. Presiden memanggil dua petinggi Demokrat di Kongres ke Gedung Putih untuk sebuah perundingan untuk meredam suasana, sementara para ajudannya berusaha keras mengontrol pesan yang tersirat.

Jumat (24/4/2009), pejabat pemerintahan Obama berharap bisa mengatasi prahara dengan membatasi investigasi pemerintahan era Bush dengan dua penyidikan yang sedang berjalan: investigasi oleh panel senat dan penyidikan etika Departemen Kehakiman yang disebut tidak akan merekomendasikan pengadilan terhadap siapapun.

Menurut Wall Street Journal, beberapa ajudan mengatakan, pernyataan Obama yang tampaknya kontradiktif disalahartikan. Pandangan presiden itu juga disampaikan tidak utuh. Obama yakin jika dia melarang “teknik interogasi yang diperbarui”, yang disebut penyiksaan oleh banyak pejabat pemerintahannya, dia dapat bergerak di luar masalah itu. Itu memang tampaknya berhasil sampai bulan ini.

Presiden menghadapi deadline pengadilan pada 16 April untuk memutuskan apakah akan merilis empat memo Departemen Kehakiman pada 2002 – 2005 yang menawarkan landasan sah untuk melakukan waterboarding terhadap tahanan dan perlakukan kejam serupa. Pemerintahan Obama harus merilis memo itu atau memberikan alasan kepada pengadilan, mengapa mereka tidak merilisnya.

Presiden itu mengumpulkan para ajudannya untuk sebuah pertemuan yang berubah jadi debat panas semalam sebelum deadline itu. Kepala CIA Leon Panetta salah satu yang menolak dirilisnya memo. Sedangkan Jaksa Agung Eric Holder salah satu yang mendukungnya. Obama sepihak dengan Holder.

Namun, dia juga menentang peradilan bagi operator CIA. Sehari berikutnya Obama mengumumkan akan merilis memo yang sebagian besar sudah disegel itu. Holder juga mengumumkan tidak akan mengadili pejabat CIA yang melaksanakan kebijakan Bush. Salah satu ajudan senior Gedung Putih mengatakan, dengan melakukan itu, Obama yakin telah menyeimbangkan antara permintaan sayap kiri dan kampanyenya sendiri dan pengakuan bahwa “kita hidup di dunia yang berbahaya,” katanya.

Pejabat lain mengatakan, perspektif presiden itu makin tajam setelah dilantik karena tiap hari dia mendapatkan briefing ancaman dari badan-badan intelijen. Pengumuman itu menyebabkan teriakan dari sayap kiri, yang menginginkan tindakan agresif terhadap pejabat senior Bush dan dari kanan yang melihat keputusan Gedung Putih itu sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Ajudan presiden saat ini makin cemas bahwa prahara politik ini akan melemahkan energi politik yang dibutuhkan untuk menangani beberapa isu lain seperti kesehatan dan ekonomi. “Kami benar-benar ingin bergerak maju dan tidak mau melihat ke belakang,” papar seorang ajudan senior Gedung Putih kepada Wall Street Journal.

“Ini bisa menyita banyak waktu dan perhatian, dan kami punya banyak pekerjaan untuk dilakukan,” imbuhnya. Beberapa ajudan mengatakan, salah langkah penting terjadi saat interview televisi yang dilakukan Kepala Staf Kepresidenan Rahm Emanuel. Dalam wawancara itu, dia tampak mengesampingkan kemungkinan dakwaan terhadap mantan pengacara Departemen Kehakiman yang menyusun memo itu.

Pernyataannya itu membelok ke lempengan berbahaya. Keputusan seperti itu seharusnya dikeluarkan Jaksa Agung, bukan Gedung Putih. Obama mengatakan, keputusan untuk mengadili pejabat era Bush terserah kepada Holder. Obama membuka pintu bagi pengadilan meskipun para ajudannya mengatakan, dia tidak berniat memidanakan pejabat era Bush. Republikan segera nimbrung pada isu itu.

Komisi Kajian Republikan, kelompok konservatif House of Representatif (DPR), langsung mengkritik rencana peluncuran memo itu dengan mengatakan, Obama buang-buang waktu. Mantan Wakil Presiden Dick Cheney dan penasihat Karl Rove menuduh Obama mengesampingkan keamanan AS.

Namun, memo berisi metode interogasi kejam era Bush yang ditulis Jay Bybee dan Stephen Bradbury itu hanyalah sebuah preview. Masih banyak yang disembunyikan. Laporan Senat AS, yang juga dirilis baru-baru ini, terbaca seperti dejavu saja: pemerintahan AS di bawah Bush adalah perulangan Inkuisisi Spanyol.

Semuanya dimulai bahkan sebelum tokoh kelas kakap Al-Qaeda ditangkap. Apa yang Bush, Cheney, Menteri Pertahanan saat itu Donald Rumsfeld, dan beberapa orang inginkan adalah membuktikan kaitan yang sebenarnya tidak ada antara Saddam Hussein dan Al-Qaeda, jalan yang lebih baik untuk membenarkan perang pendahuluan ilegal yang direncanakan Proyek untuk Abad Baru Amerika (PNAC) yang kini bubar pada akhir 1990-an.

Memo penyiksaan itu hanyalah tenaga penggerak pada mesin imperial. The New York Times bahkan sudah meminta Kongres meng-impeach Bybee, yang mendapatkan kursi seumur hidup di pengadilan banding federal dari Bush. Asia Times Online menulis, semua orang tahu tentang penyiksaan itu. Mantan Deputi Menteri Luar Negeri Richard Armitage dan Karl Rove serta Lewis “Scooter” Libby adalah di antara mereka yang membocorkan identitas agen CIA Valerie Plame dalam skandal yellowcake (uranium) Niger yang kondang itu.

Lebih krusial lagi, Armitage juga mengakui kepada Al-Jazeera mengapa masalah itu sebenarnya bisa berakhir seperti cuci tangan. “Saya rasa anggota Senat tidak ingin melihat masalah-masalah ini karena mereka akan harus melihat diri mereka sendiri di cermin. Di mana mereka? Mereka AWOL, absen tapi tidak pergi,” ujarnya. Tidak ada yang berharap Ketua DPR Nancy Pelosi harus menyidiki dirinya sendiri.

Armitage juga mengatakan bagaimana dia dan bosnya saat itu, Menteri Luar Negeri Colin Powell, kalah perang untuk menghormati Konvensi Jenewa selama masa pemerintahan Bush. Perwira Jepang diadili atas kejahatan perang setelah Perang Dunia II oleh AS karena mereka, di antara praktik-praktik lain, memberlakukan waterboarding. Pertanyaannya adalah bukan memo penyiksaan itu dirahasiakan seperti yang diinginkan CIA dan Cheney.

Pertanyaannya adalah bagaimana caranya mempergunakan keadilan dan menegakkan hukum. Guru besar undang-undang Austria Manfred Nowak, investigator top penyiksaan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, punya pendapat tegas. “Keputusan Presiden Obama untuk tidak mengadili operator CIA yang menggunakan praktik interogasi kejam melanggar undang-undang internasional,” tegasnya kepada Asia Times Online.

Tinggalkan sebuah Komentar

Twitter Bukan Sekedar Mikroblogging

Logo Twitter

SAN FRANCISCO – Twitter bermanfaat untuk memecahkan masalah dan dapat menjadi wadah bagi cara berpikir, dan mengeluarkan suasana hati penggunanya dalam bentuk digital.

Pasalnya, Twitter membantu pengguna untuk mencurahkan dan membentuk isi pikiran serta suasana hati melalui serangkaian kalimat pendek yang mereka posting secara berkala. Demikian yang dilansir Times of India, Kamis (16/4/2009).

Perusahaan seperti Starbucks, Whole Foods dan Dell memanfaatkan layanan mikro blogging ini untuk mengetahui apa yang pelanggan pikirkan mengenai produk mereka sehingga dapat dijadikan masukan dan pembaharuan yang bisa segera diadaptasikan dalam penjualan produk mereka.

Sementara itu melalui Twitter, situs penjualan buku Amazon mempelajari betapa pentingnya merespon tweet (pesan) yang masuk pada akun Twitter mereka. Hal itu terjadi setelah Amazon menampilkan buku ringkasan buku bertema gay dan lesbian. Akibatnya tweet ini memancing protes banyak kalangan pada akun Twitter Amazon dan parahnya lagi langsung mempengaruhi rating penjualan buku Amazon.

Lain lagi halnya dengan Corey Menscher. Mahasiswa dari New York University punya cara lain untuk menarik perhatian banyak orang melalui Twitter. Menscher menciptakan sebuah gelang yang memiliki sensor getar bernama Kickbees.

Gelang sensor ini digunakan oleh wanita hamil agar mereka dapat meng-alert Twitter setiap kali bayi dalam kandungan menendang, bunyi tweet-nya kira-kira seperti “Saya menendang ibu pada pada 2 januari pukul 08.52 pagi”. Melihat peluang bisnis melalui Twitter cukup besar, maka untuk kedepannya Menscher berpikir untuk menjual produknya secara luas.

Tinggalkan sebuah Komentar

Waspada! Teman Anda Mengintai Saat Buka YouTube

SAN FRANSISCO – Bagi anda yang senang membuka situs video berbagi YouTube, sepertinya harus mulai hati-hati. Pasalnya bisa saja anda malu kepada teman anda, karena teman anda bisa mengetahui video yang sedang Anda mainkan.

Youtube baru meluncurkan test version layanan yang memungkinkan pengguna mengawasi aktivitas temannya di situs milik Google itu. Demikian dilansir AFP, Jumat (24/4/2009).

Menurut Product Manager YouTube, Ryan Junee layanan YouTube RealTime mengajak seorang pengguna mendapatkan informasi mengenai teman yang sedang online, termasuk mengintip komentar-komentar di video atau sedang mengupload foto.

? Uji coba layanan RealTime ini melibatkan sekira 100 sukarelawan yang merupakan anggota YouTube, layanan ini adalah cara baru untuk mengethaui apa yang teman anda lakukan di YouTube,? kata Junee dalam blognya.

Junee mengatakan, pengguna akan sangat membutuhkan layanan ini karena setiap orang membutuhkan banyak teman untuk berbagi pengalaman. ? Pastikan anda menerima undangan dari kawan-kawan anda,? katanya.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan sebuah Komentar

Microsoft Mulai Goyah?

SEATLLE – Tahun 2009 ini nampaknya menjadi tahun yang suram bagi raksasa penyedia peranti lunak Microsoft. Pernyataan ini bukan tanpa sebab, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan tersebut mengalami penurunan keuntungan.

Dalam kurun 23 tahun kehadiran perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu, Microsoft harus kehilangan keuntungan hingga 32 persen. Tentu saja, ini menjadi pelengkap bagi Microsoft, karena sebelumnya perusahaan ini sudah memangkas besar-besaran karyawannya hingga 5 ribu orang, pada Januari lalu.

“Saya tidak melihat peningkatan hingga akhir kuartal ini. Ini tidak bisa dibiarkan, kami harus keluar dari masalah ini,” kata Chris Liddell, Direktur Keuangan Microsoft, seperti yang dikutip Yahoo News, Jumat (24/4/2009).

Diungkapkan, pada akhir kuartal ketiga atau 31 Maret lalu, Microsoft sudah mengantungi keuntungan USD2,98 miliar. Padahal, di kuartal yang sama setahun lalu, Microsoft berhasil mengemas USD4,39 miliar. Untuk perusahaan sekelas Microsoft dengan keuntungan sebanyak itu, tentu menjadi masalah.

Sebagai gambaran, di Januari saja saat Microsoft memangkas karyawan, perusahaan publik itu mengumpulkan keuntungan USD290 juta. Hilang hampir 40 persen, pada bulan yang sama di 2008 yang sukses merengkuh USD420 juta.

Kini, bagi Microsoft menjadi pekerjaan rumah yang berat agar keluar dari masalah pelik ini. Jika memang tidak ingin, melakukan PHK besar-besaran sepanjang sejarah itu.

Tinggalkan sebuah Komentar

Lifting Minyak Bumi Capai 85 Juta Barel

JAKARTA - Berdasarkan perhitungan realisasi lifting migas selama periode Desember 2008-Februari 2009, lifting minyak bumi yang berhasil dilcatatkan mencapai 85.096.000 barel, atau sebanyak 946 ribu barel per hari (bph).

“Angka tersebut mencapai 24 persen dibanding target APBN 2009 sebesar 350.400.000 barel atau 960 ribu barel per hari,” demikian seperti dikutip dari situs resmi Ditjen Migas di Jakarta, Sabtu (25/4/2009).

Sedangkan Lifting gas bumi mencapai 2.747.107.000 MMBTU atau 7.526.000 MMBTU per hari. Angka tersebut mencapai 22 persen dibanding target APBN 2009 sebesar 609.557.000 MMBTU atau 6.773.000 MMBTU per hari.

Penghitungan ini merupakan hasil dari perhitungan realisasi lifting migas per daerah penghasil yang dituangkan dalam berita acara dan selanjutnya disampaikan ke Depkeu untuk dipakai sebagai dasar penghitungan besaran bagi hasil sumber daya alam migas untuk masing-masing daerah.

Rapat kerja perhitungan lifting migas dilaksanakan tanggal 22-23 April 2009, dihadiri wakil daerah penghasil migas sebanyak 18 provinsi dan 67 kabupaten/kota, Depkeu, Depdagri, BP Migas, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Tinggalkan sebuah Komentar

Axis Ngotot Ingin Dongkrak Jumlah Pelanggan

PADANG – Belum genap sebulan Axis meluncurkan layanannya di Jawa Timur dan Jawa Barat, kini Axis memperluas jangkauannya ke wilayah Sumatera bagian Barat. Langkah Agresif itu menunjukkan keinginan Axis untuk dapat meraih target peningkatan jumlah pelanggan dua kali lipat.

Pada 2009 ini Axis menargetkan sekira 3000 pelanggan baru, sehingga akhir tahun jumlah pelanggannya mencapai 6000.

“AXIS terus memperluas jaringannya secara agresif di pulau Jawa, Bali dan Lombok, serta Sumatera bagian utara dan sekarang� ke Sumatera bagian Barat,” ujar Chief Marketing Officer AXIS, Johan Buse seperti dalam keterangan resminya Jumat (24/4/2009).

Jaringan layanan AXIS di Padang dan wilayah sekitarnya didukung penuh oleh Base Tranceiver Stations (BTS) dalam jumlah yang signifikan, sehingga kini AXIS mampu menyediakan layanan bagi konsumen di Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Agam.

Menurut Buse, lebih dari 1,5 juta penduduk di wilayah tersebut kini dapat turut menikmati penawaran Axis yang unik dan terjangkau melalui layanan yang inovatif, simpel dan jujur.

Selanjutnya, Buse menegaskan kebanyakan pelanggan di Indonesia masih membayar lebih dari yang seharusnya untuk layanan telekomunikasi bergerak, baik GSM atau CDMA. “Lebih dari 150 juta orang belum memiliki akses atas komunikasi seluler, karena masalah biaya. Kami di Axis percaya bahwa GSM dapat dibuat dan sudah seharusnya terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Johan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »