Arsip untuk Juni, 2009

Flu Kuda Mengintai Setelah Flu Babi

NEW DELHI – Meskipun India masih bebas dari influenza A/H1N1 yang menyebabkan flu babi, namun nyatanya penyakit hewan lain bernama Influenza Equine atau flu kuda kini tengah mengintai dunia kesehatan.

Xinhua Net
, Senin (10/5/2009) melansir, flu kuda yang baru diketahui keberadaannya ini telah menewaskan 43 ekor kuda di negara bagian barat India Rajasthan dan Gujarat.

Laporan dari laboratorium di Hissar, Haryana, India utara, membenarkan bahwa kematian hewan-hewan itu disebabkan Influenza Equine yang biasa disebut flu kuda.

Kematian kuda di India secara massal terjadi pada Januari lalu di Gandhinagar, Gujarat. Sebanyak 15 ekor kuda tewas akibat penyakit tersebut.

Agar penyakit tersebut tidak semakin menyebar luas, pemerintah Gujarat mengeluarkan kebijakan yang melarang membeli dan menjual kuda di negara bagian itu.

Korban flu kuda ini ternyata sudah cukup banyak. Di daerah lain di India bernama Rajasthan, sebanyak 25 kuda tewas pada suatu pameran kuda di daerah Jodhpur.

Flu kuda disebabkan virus Influenza A dan menjadi endemik pada kuda. Virus ini bisa berpindah ke jenis hewan lain serta dapat menular pada manusia.

Tanda-tanda penyebaran terlihat pada tingginya angka penyebaran virus ini di antara sesama kuda. Masa inkubatif virus ini terhitung relatif singkat yaitu satu hingga lima hari.

Komentar (1)

Mengapa Wanita Suka Warna Pink?

LONDON – Rata-rata wanita menyukai berbagai benda berwarna pink. Warna ini pun memang kerap didentikkan dengan warna feminim. Contohnya para orangtua biasanya membeli segala perlengkapan berwarna pink jika bayi mereka perempuan, sebaliknya jika laki-laki biasanya akan dibelikan benda-benda berwarna biru.

Rupanya ada jawaban ilmiah mengenai hal ini. Dr Anya Hulbert dari University of Newcastle mengatakan jika wanita diberikan beragam pilihan warna, secara alamiah mereka akan lebih memilih warna-warna yang lebih mendekati warna merah.

Bakat alami ini membuat wanita memiliki kemampuan memilih buah-buahan matang lebih baik dibandingkan pria, demikian keterangan yang dikutip dari BBC, Rabu (13/5/2009).

Dalam studinya, Hulbert melibatkan 200 pria dan wanita berusia 20an tahun, dan meminta mereka memilih beragam warna yang ditampilkan pada layar komputer.

Dari hasil studi ini ditemukan bahwa mayoritas wanita sangat suka dengan paduan warna biru dan merah, serta kurang menyukai warna hijau dan kuning. Para wanita itu berasal dari dua jenis ras yang berbeda, yaitu Inggris dan China. Namun rupanya, selera warna sama sekali tidak dipengaruhi budaya etnis, melainkan karena faktor biologi.

“Evolusi mengakibatkan wanita menyukai warna kemerahan. Rata-rata mereka cenderung memilih buah dan benda-benda berwarna kemerahan. Kebiasaan ini juga nampaknya dipengaruhi oleh faktor budaya,” kata Hulbert.

“Bisa jadi ini akibat peran kaum perempuan sejak dulu yang sering memilih bahan pangan untuk keluarga. Kebiasaan turun temurun untuk mencari buah matang yang identik dengan warna merah, menyebabkan sampai saat ini ?anak cucu? Hawa itu meyukai warna merah atau kemerahan,” tambahnya.

Sementara itu, hasil berbeda ditemukan pada kelompok pria. Mereka cenderung menyukai warna biru sebab memang tugas mereka sejak lama adalah mencari sumber air bagi keluarga atau sukunya. Warna biru identik dengan sumber air yang baik, bisa dikonsumsi.

“Mereka juga menganggap bahwa langit biru cerah adalah pertanda cuaca yang bagus untuk berburu. “tandas Hulbert.

Tinggalkan sebuah Komentar

Manohara Siap Tanggapi Somasi KBRI di Malaysia

JAKARTA - Somasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia ditanggapi serius kubu Manohara Odelia Pinot. Mereka mengaku segera menanggapi somasi tersebut.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Manohara, Yuri Andre Darmas saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (5/6/2009).
Yuri mengaku akan berkomunikasi dengan Daisy Fajarina, ibunda Manohara mengenai somasi ini. “Jika memang nanti Manohara tidak memiliki bukti kuat, maka dia akan meminta maaf,” aku Yuri.
Meski begitu, dia akan mendiskusikan terlebih dahulu langkah-langkah yang akan dilakukan dengan keluarga Manohara.
Patut diketahui sebelumnya Manohara mengatakan kepada media massa bahwa KBRI di Malaysia telah disuap oleh Kerajaan Kelantan, sehingga tidak serius membantu dirinya. Hal ini disikapi serius oleh Kedubes RI di Malaysia Dai Bachtiar. Dia mendesak Manohara membeberkan fakta mengenai tudingannya itu, jika tidak dilakukan Kedubes akan ajukan somasi.

Komentar (1)

Jenis Awan Baru Hadir di Angkasa

Foto: www.cloudappreciationsociety.org

LONDON – Para ilmuwan dari Royal Meterological Society (RMS)menemukan jenis awan yang unik. Awan ini kemudian diklaim menjadi variasi awan baru yang teridentifikasi dalam abad ini.

RMS kini tengah berupaya menyelidiki lebih jauh tentang awan yang diberi nama Asperatus ini. Mereka tengah mengupayakan agar Asperatus bisa secara resmi masuk ke dalam daftar istilah internasional yang bisa digunakan dalam pengidentifikasian awan. Jika berhasil, ini adalah pertamakalinya variasi awan diklasifikasikan sejak 1953, demikian keterangan yang dikutip dari BBC, Rabu (3/6/2009).

Jenis awan baru ini berbentuk awan gelap yang bergulung-gulung di angkasa dan sudah sering ditemukan di berbagai lokasi di seluruh dunia.

“Jika dilihat dari bawah, awan ini sedikit terlihat seperti riak-riak ombak kecil yang terputus-putus,” kata Gavin Pretor-Pinney, pendiri Cloud Appreciation Society, sekaligus penemu Asperatus.

“Kami mencoba mengidentifikasi dan mengklasifikasikan setiap foto awan yang kami temukan. Ketika melihat Asperatus, kami melihat ada ciri-ciri khusus yang belum pernah kami temukan dalam kategori awan sebelumnya. Oleh karenanya pada saat itu saya mulai berpikir bahwa kemungkinan besar ini adalah jenis awan baru,” terang Gavin.

Lebih lanjut Gavin menjelaskan, diberi nama Asperatus karena permukaan bawah Asperatus terlihat kasar dan berombak. Asperatus berasal dari bahasa latin yang artinya kasar.

“Asperatus nampak terlihat dalam kumpulan badai angin yang besar. Namun beberapa laporan menyebutkan bahwa awan ini cenderung terpecah tanpa membentuk badai terlebih dahulu,” kata Gavin.

RMS kini tengah mengumpulkan informasi lebih rinci mengenai data cuaca dan lokasi Asperatus ditemukan untuk memahami olebih tepat apa yang menyebabkan terbentuknya awan Asperatus.

Dalam ilmu telaah awan, terdapat sepuluh bentuk dasar awan yang diklasifikasikan dalam istilah genus. Setiap genus menggambarkan dimana awan-awan tersebut terbentuk, intensitas kemunculan mereka, termasuk klasifikasi mengenai awan stratus, cumulus dan cirrus.

Genre ini kemudian dibagi kedalam dua spesies awan yang menggambarkan struktur internal dan bentuk dan variasi awan yang menggambarkan transparansi dan penyusunan awan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Manohara Sudah Divisum dan Bikin BAP

JAKARTA – Secara diam-diam Manohara Odelia Pinot telah melakukan visum dan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Mabes Polri. Kata Mano, itu dilakukan diam-diam supaya tidak diendus media massa.

Model yang mengaku disilet suaminya, Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry, itu menjalani BAP di Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat (5/6/2009) dinihari.

“Dari pihak kepolisian memang mengatakan supaya jangan diketahui media. Alasannya biar BAP berjalan lancar. Kami datang ke Mabes, Kamis, pukul 23.00 WIB dan selesai Jumat, pukul 03.00 dinihari. Karena kelelahan, dari sana saya langsung ke RSPI, sampai diinfus,” ungkap Daisy bersama Manohara dalam jumpa pers di Yayasan KUM, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (6/6/2009) dinihari.

Di dalam BAP Mano menjabarkan kronologis sejak kali pertama mengenal Tengku Fakhry hingga menikah dan mengalami kekerasan.

“Ditanya kronologisnya saja. Sebelum kawin, setelah kawin, balik ke Jakarta lima bulan, penyiksaan, semua itu ditanyakan,” ungkap Mano.

Visum yang selama ini ditunggu-tunggu banyak pihak ternyata sudah dilakukan Mano di rumahnya dengan memanggil dokter pribadi.

“Dokter visum sudah datang ke rumah dan memeriksa Manohara. Kebetulan dokter itu masih keluarga. Itu untuk jaga-jaga saja. Tapi karena ini untuk urusan hukum, kami akan meminta surat untuk visum resmi dari pihak kepolisian. Kalau dari keluarga itu untuk jaga-jaga,” urai Daisy.

Tinggalkan sebuah Komentar

Kebun Raya Bogor Tentukan Spesies Prioritas

Koleksi anggrek KRB menjadi salah satu famili yang dinilai (Foto: 4.bp.blogspot.com)

JAKARTA – Kita tentu tidak menyadari betapa banyaknya jumlah spesies tumbuhan yang hampir punah. Karena kekhawatiran itu, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor (PKT KRB) dan LIPI berinisiatif mengadakan workshop untuk menetapkan spesies prioritas yang terancam punah.

Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Endang Sukara, tujuan utama penyelenggaraan workshop yang diadakan pada 2 – 3 Juni 2009 ini adalah untuk mendapatkan hasil penilaian ilmiah mengenai spesies prioritas konservasi secara objektif dan akurat.

“Dengan kegiatan ini, LIPI berperan aktif mensosialisasikan kegiatan pembuatan sistem penetapan spesies prioritas untuk konservasi tumbuhan Indonesia yang hampir punah oleh Kebun Raya Bogor”, kata Endang melalui keterangan resminya pada Okezone, Rabu (3/6/2009).

Berdasarkan data dari The International Union for Conservation of Nature & Natural Resources (IUCN) tahun lalu, jumlah spesies tumbuhan Indonesia yang termasuk dalam kategori hampir punah mencapai 386 spesies.

Jumlah itu pun kemungkinan besar akan terus bertambah jika diadakan penelitian lebih dalam lagi. Spesies hampir punah yang termasuk kedalam jumlah cukup besar itu tidak mungkin seluruhnya dikonservasi sekaligus, mengingat keterbatasan dalam hal dana, tenaga ahli, dan waktu.

Oleh karenanya, sangat penting untuk memberlakukan penetapan spesies prioritas agar konservasi dapat berjalan secara efektif.

Kepala PKT KRB – LIPI Ir. Mustaid Siregar, M.Si menambahkan, dalam workshop ini akan dibahas kegiatan-kegiatan yang sinergis dan komplementer dengan kegiatan penetapan spesies prioritas untuk program dan aksi konservasi di Indonesia yang dilakukan oleh beberapa instansi terkait.

“Para pakar terpilih akan memberikan penilaiannya terhadap spesies target berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, yang hasilnya akan dipresentasikan dan didiskusikan dalam sidang pleno di akhir workshop nanti”, jelasnya.

Mustaid pun menambahkan famili yang akan dinilai dalam workshop ini adalah Arecaceae (palem-paleman), Orchidaceae (anggrek), Nepenthaceae (kantong semar), dan Cyatheaceae (paku tiang).

Tinggalkan sebuah Komentar

Karenina Miss Indonesia 2009

Foto: Karenina Miss Indonesia 2009

  • /images-data/photo/2009/06/06/1/2997/image2.jpg
  • /images-data/photo/2009/06/06/1/2997/image1.jpg
  • /images-data/photo/2009/06/06/1/2997/image0.jpg
  • /images-data/photo/2009/06/06/1/2997/image3.jpg
  • /images-data/photo/2009/06/06/1/2997/image4.jpg

detail

Sabtu, 06 Juni 2009
Karenina Sunny Halim terpilih menjadi Miss Indonesia 2009, dalam malam final yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre, Jumat (5/6/2009). Dia berhasil mengalahkan dua pesaingnya yaitu Melati Putri Kusuma Dewi (Sulawesi Barat) yang menjadi runner up satu, Viviane (Bali) di posisi runner up dua.(Heru Haryono/okezone

Tinggalkan sebuah Komentar

Terancam Punah, Anggrek Jadi Prioritas Konservasi

Foto: rianiflower.files.wordpress.com

JAKARTA - Workshop penentuan spesies prioritas yang diadakan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor (PKT KRB) dan LIPI menghasilkan kesimpulan bahwa tanaman anggrek merupakan prioritas utama konservasi tumbuhan.

Pada 2 dan 3 Juni 2009 KRB dan LIPI berinisiatif mengadakan workshop untuk menetapkan spesies prioritas yang terancam punah. Famili tumbuhan yang dinilai dalam workshop ini di antaranya Arecaceae (palem-paleman), Orchidaceae (anggrek), Nepenthaceae (kantong semar), dan Cyatheaceae (paku tiang).

Sebanyak 44 jenis anggrek masuk prioritas konservasi bersama 56 jenis tumbuhan lainnya dari famili kantung semar, paku-pakuan, dan palem tiang. Keseratus jenis itu segera dikoleksi di Kebun Raya Bogor dan spesimennya disimpan di herbarium.

Penentuan spesies prioritas dilakukan berdasarkan kategorinya. Terdapat tiga kategori yang dibagi menjadi kategori A, B dan C. Tumbuhan yang termasuk kategori A berarti memerlukan aksi konservasi segera, untuk kategori B artinya aksi konservasi masih dapat ditunda, sementara kategori terakhir menandakan bahwa tumbuhan tersebut belum memerlukan aksi konservasi.

Menurut keterangan resmi LIPI kepada okezone, Jumat (5/6/2009), jika dibandingkan dengan tiga jenis yang lain, anggrek tergolong istimewa. Dari 44 jenis anggrek yang diseleksi 15 pakar, semuanya masuk kategori A yang berarti harus segera mendapat penanganan konservasi secara serius.

Namun LIPI dan KRB tidak memberikan keterangan jelas jenis anggrek apa saja yang terancam punah. Pasalnya, mereka khawatir dengan mempublikasikannya akan meningkatkan perburuan anggrek di habitat aslinya. yang diikuti lonjakan harga di pasar tanaman hias.

“Kami tak bisa memublikasikan apa saja jenisnya. Kami khawatir anggrek langka akan semakin diburu di habitat aslinya dan ini akan berdampak pada lonjakan harga di pasar tanaman hias.? kata Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Mustaid Siregar.

Kekhawatiran Mustaid memang ada benarnya. Dia mengungkapkan bahwa perburuan anggrek di habitat aslinya memang marak terjadi berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Bahkan penyelundupan anggrek juga terjadi hingga Malaysia sebelum masuk pasar Asia hingga Eropa.

Pada 2010 LIPI akan mengadakan workshop serupa. Rencananya akan ada sekira 16 famili tumbuhan yang dibahas sebagai spesies prioritas.

Tinggalkan sebuah Komentar