Asia Waspadai Epidemi Flu Babi

Seorang wanita menggunakan masker melewati reklame waspada flu babi di Hong Kong, Senin (27/4). Pemerimtah Hong Kong berupaya keras mengantisipasi masuknya virus H1N1 ke negara itu/Reuters
HONG KONG – Seorang perempuan yang diduga menderita flu babi kemarin dilarikan ke rumah sakit Hong Kong. Perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu baru saja kembali dari Amerika Serikat.

Menurut petugas dari Pusat Perlindungan Kesehatan, Thomas Tsang, perempuan itu telah menunjukkan gejala terkena flu. “Perempuan berusia 27 tahun itu yang baru datang dari San Francisco telah menjalani serangkaian tes kesehatan,” papar Tsang. Namun, Tsang menegaskan belum ada laporan menunjukkan terjadi kasus flu babi sejauh ini.

Tsang juga menambahkan bahwa dua orang lainnya dinyatakan tidak terjangkit flu babi. Sebelumnya, kedua orang yang tak disebutkan namanya itu menderita gejala flu.Namun, perempuan itu kemudian dinyatakan bebas dari virus flu babi.

Dengan demikian, dia menjadi orang ketiga yang dinyatakan bebas flu babi sejak Hong Kong berada dalam siaga satu terhadap penyakit mematikan yang telah menewaskan lebih dari 100 orang di Meksiko itu. Tak ingin tragedi flu burung bakal terulang, negara-negara Asia meningkatkan kewaspadaan berkaitan dengan penyebaran virus A/H1N1 atau flu babi.

Jepang, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Thailand memberlakukan pengawasan terhadap para pengunjung di negara-negara itu dari gejala flu. Bahkan, pemerintah negara Asia sedang dalam siaga satu setelah WHO memperingatkan kemungkinan munculnya epidemi.

Gejala flu babi meliputi demam lebih dari 37,77 derajat Celsius, sakit badan, radang tenggorokan, batuk, sulit bernapas, dan dalam beberapa kasus pasien muntah-muntah dan diare.

Belum ada vaksin khusus untuk menanggulangi virus flu babi. Virus ini biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan babi. Virus H1N1 ini sebenarnya virus yang sama yang mengakibatkan wabah flu dalam dunia manusia, tapi versi terbaru ini membawa material genetik dari versi flu yang biasa menjangkiti babi dan burung.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Taipei, Taiwan, telah menyatakan persebaran virus di Meksiko sebagai epidemi. “Langkah ini dilakukan untuk mencegah virus memasuki Taiwan,” ujar Deputi Direktur CDC Shih Wen-yi. “Pendatang dari Meksiko dan AS, termasuk warga Taiwan yang mengalami gejala flu, akan dibawa ke rumah sakit khusus untuk diisolasi,” imbuhnya.

Dar iVietnam, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap virus flu babi. Maklum, Vietnam merupakan negara kedua terbesar dalam kasus flu burung. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun memantau ketat Vietnam. WHO menyatakan, proses pengecekan dan deteksi dini telah digelar di bandara dan pos-pos perbatasan.

Deputi Kepala Departemen Kesehatan kota Ho Chi Minh Le Truong Giang mengatakan,Vietnam telah mengecek temperatur penumpang pesawat yang datang dari luar negeri. “Kita bergerak cepat dalam situasi kali ini,” papar Giang. Dia juga menambahkan negaranya telah berpengalaman dalam menangani flu burung dan SARS.

“Sistem monitoring dan pencegahan epidemi tersebut telah kami kuasai,” imbuhnya. China telah melarang impor produk babi dan dari Meksiko dan AS. Langkah tersebut sebagai antisipasi flu babi merembet ke negaranya. “Walaupun hingga saat ini belum ada laporan kasus flu babi di China, kita tetap waspada,” demikian pernyataan resmi Departemen Kesehatan China.

Selain China, Thailand juga memberlakukan pelarangan impor daging babi dari Meksiko dan AS. Kesigapan respons negara-negara Asia dalam mencegah flu burung mendapatkan pujian dari WHO. WHO mengungkapkan, negara-negara Asia lebih baik dalam menghadapi epidemi flu burung karena mereka berpengalaman dalam menghadapi flu burung dan SARS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: