Israel Tetap Berniat Serang Iran, Meski AS Menentang

JERUSALEM – Israel kembali menggelar perundingan perang anti-Teheran meski menghadapi tantangan dari Amerika Serikat. Israel bermaksud melakukan serangan udara terhadap Iran.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan, tanpa kerangka waktu yang jelas dan menyusun target, dialog dengan Iran yang direncanakan Presiden AS Barack Obama akan gagal menghentikan Teheran mendapatkan senjata nuklir.

“Tak ada keraguan di hati saya bahwa Iran akan memanfaatkan dialog untuk mengulur waktu jika tidak ada kerangka waktu yang jelas dan target jelas seperti mengatakan kepada mereka bahwa mereka punya waktu dua bulan untuk menghentikanpengayaan,” tandas Moshe Yaalon Menteri Urusan Strategi Israel kepada Jerusalem Post, kemarin.

“Ini adalah tipe target yang bisa menguji Iran karena yang lain hanya akan buang-buang waktu saja. Saat ini akan digunakan oleh Iran untuk terus bergerak maju mendapatkan kemampuan militer nuklir,” imbuh mantan Kepala Staf Umum Pasukan Pembela Israel (IDF) itu.

Yaalon mengatakan, Barat harus mengerti bahwa mereka harus menghadapi Iran dan tidak bisa membuat konsesi.

“Apa yang terjadi antara dunia Barat dan Iran adalah sebuah proses yang dibangun di atas penyerahan dan konsensi. Apa yang dibutuhkan Barat adalah berdiri menentang gelombang ini dan menghadapinya,” paparnya. Ketika ditanya apakah IDF dapat melakukan serangan efektif terhadap fasilitas nuklir Iran, Yaalon menolak berkomentar. “Kita harus berharap bahwa pekerjaan itu akan dilakukan orang lain dan pada saat yang sama, seperti dikatakan guru Talmudic Hillel, ‘Kalau saya bukan untuk diri saya sendiri,siapa yang akan menjadi saya’?” katanya memberi sinyal niat Israel untuk berperang dengan atau tanpa dukungan Gedung Putih.

Pernyataannya ini muncul di tengah-tengah ketenangan sementara dalam retorika perang Israel dan pada saat Tel Aviv berusaha memberikan kesan bahwa mereka tidak punya rencana melakukan serangan militer ke Iran.

Tel Aviv menuduh Teheran mengembangkan senjata nuklir–tuduhan yang dibantah baik oleh Iran maupun pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sejauh ini telah melakukan lebih dari 14 inspeksi dadakan ke fasilitas nuklir negara itu.

Pada akhir Februari lalu, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan, AS lebih baik mengurungkan usaha diplomatiknya untuk menahan keinginan nuklir Iran karena dugaan ancaman itu akan segera menjadi nyata. “Ada usaha serius dari Iran untuk mengubah pencapaiannya dan waktu semakin habis.

Penting bagi inisiatif pemerintahan AS agar pembicaraan kepada Iran diurungkan saja untuk sementara waktu,” ujar Barak. “Sementara, sanksi harus diperketat sehingga segera jelas apakah mereka punya peluang untuk sukses atau tidak,” tambah Barak seraya menekankan bahwa Israel tidak mengesampingkan opsi apa saja yang ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: