Sebut Ada Skenario Besar di Balik Kasusnya, Antasari Simpan Kartu AS S

Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar yang kini dijadikan tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, masih menyimpan “kartu AS”. Menurut Antasari, ada sebuah skenario besar di balik kasusnya itu200712101632_antasari-azhar. Sa-yangnya, hingga kemarin (05/05), Antasari be-lum menyebutkan secara detil “skenario besar” yang dimaksudkannya tersebut.

Bahkan pengacarannya juga belum menge-tahui pasti. “Saya juga penasaran. Pak Antasari secara garis besar sudah ba-yangkan ke kita, tapi belum detail. Pada suatu waktu akan kita ungkapkan,” kata salah satu kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, Selasa (05/05).
Ari hanya mengata-kan, kliennya meneri-ma apa yang sedang berjalan ini dengan jiwa besar dan tetap bersikap tenang. An-tasari tidak pernah mengeluhkan, ha-nya merasakan se-dikit kekecewaan. “Kalau kecewa, dia kecewa, karena dia yakin bukan dia pelakunya. Tegas dia katakan itu,” jelas Ari.
Menurut Ari, dengan peng-ungkapan skenario besar itu nantinya diharapkan dapat menyeimbangkan opini yang beredar di masyarakat. Su-paya masyarakat dapat meli-hat kasus ini secara lebih utuh. “Karena walau status sebagai tersangka, kami yakin Pak Antasari tidak bersalah. Tentunya kita akan lakukan pembelaan secara maksimal dan akan mengungkap skena-rio besar itu,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Wahyono membantah pertemuan ten-tang perencanaan pembunu-han Direktur PT Putra Raja-wali Banjaran Nasrudin Zul-karnaen dilakukan di Mabes Polri. “Adanya desas-desus jika rencana pembunuhan Nas-ruddin, pertemuannya dila-kukan di Mabes Polri, itu tidak benar!” tegas Wahyono. Na-mun, Wahyono mengakui ada-nya oknum Polri berpangkat Kombes (Pol) yang berinisial “WW” alias Wiliardi Wizar, yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana ter-hadap Nasruddin.
Saat ditanya soal pengun-duruan diri oknum Polri terse-but, Wahyono mengatakan, hingga saat ini belum ada surat pengunduran diri WW. Wiliardi kini berstatus ter-sangka karena diduga sebagai mediator pelaksanaan ekse-kusi Nasrudin, yang diduga atas perintah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif, Antasari Azhar. “Jadi tidak ada surat pengunduran diri WW hingga saat ini, namun tetap akan dilihat dari etika profesi. Artinya, nanti dilihat apakah pantas berbuat seperti itu atau tidak,” papar Wahyono.
Sedangkan barang bukti be-rupa senjata api yang digu-nakan mengeksekusi Nasru-din, Wahyono mengatakan, masih terus diselidiki dari mana asalnya, termasuk motif kasus pembunuhan itu yang disinyalir karena korban mela-kukan pemerasan terhadap Antasari. “Itu masih diselidiki lebih lanjut, karena kete-rangan dari sejumlah saksi atau tersangka terkait satu dengan yang lain,” katanya.
Semenara Indonesia Corrupt-ion Watch (ICW) mendorong Antasari untuk mengung-kapkan adanya konspirasi di balik penahanan dirinya. “Antasari harus berani meng-ungkap adanya konspirasi politik di balik kasus yang dihadapinya saat ini,” kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Abdullah Dahlan.
Ia mengharapkan hal itu bisa diungkapkan Antasari seti-daknya pada saat dia sedang menjalani proses penyidikan di kepolisian.
Ia melihat ada beberapa hal yang saling berkaitan dengan kasus yang kini sedang diha-dapi orang nomor satu di KPK itu. “Setidaknya penahanan Antasari itu dilakukan pada saat KPK sedang melakukan persiapan penyidikan perkara korupsi pengadaan sistem IT di KPU (Komisi Pemilihan Umum),” kata Abdullah mengungkapkan.
Selain itu, dia juga melihat kasus yang dihadapi Antasari saat ini juga memiliki hubu-ngan erat dengan kasus ko-rupsi yang terjadi di PT Raja-wali Nusantara Indonesia sebagai perusahaan induk PT Putra Rajawali Banjaran.
“Kami di ICW saat ini men-coba mendalami keterkaitan dua persoalan tersebut dengan kasus yang dialami Antasari,” katanya.
Sementara pihak Mabes Polri menegaskan, kasus penem-bakan Nasrudin Zulkarnaen dengan tersangka Antasari Azhar murni pembunuhan. Tidak ada konspirasi apa pun. “Tidak ada kaitannya dengan korupsi, ini urusan pribadi. Tidak ada kaitan dengan Ke-tua KPK atau kaitan dengan institusi. Ini pribadi motifnya,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nata-prawira, kemarin.
Menurut dia, memang para pelaku eksekutor diiming-imingi dengan doktrin untuk keamanan negara, jadi seolah-olah ada sesuatu yang besar.
“Itu rekayasa. Jadi tidak ada itu yang lain. Nanti motifnya akan terbuka semua di penga-dilan karena yang tahunya Pak Antasari, kenapa dia menyuruh orang membunuh,” jelasnya. Abubakar juga me-minta agar masyarakat per-caya sepenuhnya pada kepo-lisian dalam pengusutan ka-sus ini. “Masyarakat harusnya percaya, oknum polisi pangkat apa pun, pejabat apa pun ka-lau bisa dilakukan pembuk-tian tindak pidana akan kita proses,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: